Cara Pandang Nasionalisme Terhadap Semua Agama

BERITADULU.COM – Semua negara juga tahu jika Indonesia bukanlah Negara Islam, karena negera kita memiliki pancasila yang pada sila pertama disebutkan dengan sangat jelas Ketuhanan Yang Maha Esa. Semua penduduk Indonesia sudah tahu makna dari sila pertama ini. Seluruh rakyat Indonesia dalam bersikap baik menyangkut dengan kenegaraan, sampai urusan pribadinya masing-masing tidak terlepas dari Tuhan yang Maha Esa.

Artinya setiap orang yang beragama baik itu Islam, Kristen memiliki tuhan yang berbeda sesuai dengan keyakinan dari masing-masing agama seperti agama lainnya di Indonesia. Jadi cukup jelas, kita berpedoman pada Tuhan masing-masing dalam berkehidupan sosial dan kenegaraan.

Apabila di salah satu pihak, atau dari umatnya menyalahi ketentuan norma-norma beragama, misalnya melecehkan agama lain, baik sengaja atau tidak sengaja, maka si pelaku sudah sepantasnya di bawah kepengadilan untuk dilakukan persidangan. Guna untuk menjaga harkat martabat setiap agama di Indonesia.

Baik itu penganut agama Islam yang bersalah, penganut agama Kristen yang bersalah, penganut Budha, dan Hindu. Semua, siapa saja yang salah, yang sudah menodai keharmonisan kehidupan beragama yang selama ini dijaga, maka ialah sesosok manusia yang tidak paham Pancasila. Dia melecehkan ajaran Bung Karno, pendiri negara Indonesia.

Ingat, bukan kaum agama saja yang marah ketika agama yang ia yakini dilecehkan oleh orang-orang bermental seperti itu, namun kaum nasionalis, kaum yang perduli kemanusiaan juga ikut tercabik perasaannya. Agama menyangkut dengan umat manusia, umat manusia, berarti kumpulan manusia.

Beratus-ratus tahun kita duduk berdampingan dari berbagai agama dan golongan, sejak zaman kerajaan, sampai reformasi, dan semoga saja sampai sejauh-jauhnya Indonesia tetap menggigit kuat prinsip toleransi ini. Dan terlepas dari itu semua, siapa yang sudah berbuat salah terhadap agama lain, maka tidak ada istilah tawar menawar, apalagi dibela mati-matian oleh umatnya, oleh pendukungnya. Jadilah manusia yang berani menghadapi masalah, dan terima apapun risiko yang terjadi, karena itu akibat dari perbuatan kita sendiri.

Indonesia juga kita ketahui adalah negara hukum. Jangan disalahartikan hukum, apalagi memandang hukum itu menyeramkan, saat kita berhadapan dengan hukum, kita ketakutan, Jangan menyikapi hukum seperti itu.

Hukum juga untuk melindungi si terhukum. Hukum juga membela si terhukum, sebatas kebenarannya. Dan hukum juga alat untuk membela diri, jika kita memang tidak bersalah. Artinya jika kita memang benar, apa yang harus ditakutkan dengan hukum?

Kebenaran tidak akan pernah dikalahkan, meskipun bumi dan seisinya bersatu menyodok kebenaran menjadi kesalahan. Bukankah kita manusia yang berTuhanan Yang Maha Esa? Tidaklah mungkin Tuhan kita membiarkan hambanya menderita, jika di perbuatan hamab-Nya itu benar.

Lain cerita kalau salah, dipelototi saja kita sudah bergidik. Dan kalau orang-orang benar, ia tetap berdiri gagah menghadapi segala risiko, dan sekuat-kuatnya membela diri atas dugaan yang tidak benar menghantamnya.

Apakah Kita bisa lebih sederhana dalam menghadapi hukum? Kitalah yang mempersulitnya, takut sendiri, paranoid, sudah membayangkan yang tidak-tidak. Manusia dan Tuhan begitu dekat, sungguh dekat, lebih dekat antara urat dan nadi. Lalu kenapa kita takut menghadapi manusia-manusia lainnya? Jika Tuhan Yang Maha Hebat bersama kita?

Apakah sudah punah sila pertama pada diri kita? Sudah lupa bahwa kita selama ini berpegangan kuat kepada Ketuhanan Yang Maha ESa. Sungguh, saudara-saudara, tidak ada secuil pun di dunia ini terjadi, jika Tuhan kita tidak mengizinkannya. Sampai buliran embun pagi yang akan menetes dari daun pun bisa terhenti jika Tuhan berkendak. Percaya, kan? Saya harap kita masih yakin, dan percaya atas keesaan Tuhan kita masing-masing.

Inilah negara Indonesia yang menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dan Demokrasi. Kita tidak bisa lagi menutup mata dan telinga, di sana, di ibu kota saudara-saudara, kita menuntut keadilan dengan cara damai ke Presiden RI.

Mereka dengan terhormat menyampaikan aspirasi, dan itu sungguh umat yang mulia di sebuah negara. Inilah umat di Indonesia, yang patut ditiru oleh umat-umat lainnya di setiap negara di bumi Tuhan ini. Dan mereka tentu orang-orang nasionalisme yang paham bagaimana mengamalkan butir sila ke satu. Sebab itulah pasukan langit tersebut beraksi dalam membela agamanya.